Peran Konselor Sekolah dalam Mendeteksi Gejala Campuran ADHD Inatentif dan Gangguan Kecemasan pada Remaja Perempuan
Isi Artikel Utama
Abstrak
Deteksi dini ADHD tipe inatentif dan kecemasan pada remaja perempuan di sekolah menghadapi tantangan tersendiri karena gejalanya yang tersembunyi dan sering tumpang tindih dengan fase perkembangan remaja biasa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prosedur, tantangan, serta kebutuhan peningkatan kapasitas konselor sekolah dalam mendeteksi kedua kondisi tersebut. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan seorang konselor sekolah yang memiliki pengalaman menangani siswi dengan kesulitan konsentrasi dan kecemasan. Hasil menunjukkan bahwa kasus ini cukup sering terjadi (3-5 kasus per bulan), dengan gejala dominan berupa melamun, perfeksionisme, keluhan somatik, dan penurunan nilai drastis. Konselor menggunakan observasi, wawancara, serta alat skrining SDQ dan skla kecemasan, namun terhambat oleh rasio konselor-siswa yang tidak seimbang, kurangnya instrume baku, atogma terhadap BK, serta keraguan merujuk ke professional kesehatan mental. Studi kasus seorang siswi kelas 10 berhasil dirujuk dan mendapatkan diagnosis ADHD tipe inatentif dengan gangguan kecemasan umum, serta mendapat penadimpingan rutin. Kesimpulannya, diperlukan pelatihan khusus tentang ADHD pada perempuan, instrument asesmen praktis, penambahan tenaga konselor, serta peningkatan kolaborasi dengan guru dan orang tua agar deteksi dini dapat berjalan optimal. Peran konselor sekolah sangat krusial sebagai garda terdepan kesehatan mental dilingkungan pendidikan